![]() |
| Add caption |
Pengarang Luar
Masa Kecil H.C. Andersen
Hans Christian Andersen atau lebih
dikenal sebagai H.C. Andersen adalah seorang pendongeng ulung. Ia lahir di
Odense, Denmark bagian selatan, pada 2 April 1805, tepatnya di kawasan kumuh
kota Odense. Ayahnya bernama Hans Andersen, seorang pembuat sepatu yang miskin,
buta huruf, tapi selalu merasa dirinya masih keturunan bangsawan. Ibunya
bernama Anne Marie Andersdatter, bekerja sebagai buruh cuci.
Walau besar dalam keluarga miskin
dan tidak pernah sekolah, sejak kecil H.C. Andersen sudah mengenal berbagai
cerita dongeng dan cerita rakyat dari ibunya. Ia juga sering diajak menonton
pertunjukan sandiwara oleh ayahnya yang seorang pencinta sastra. Pengalaman
dari orangtua itulah yang membuat H.C. Andersen tertarik dengan cerita dan
sandiwara, termasuk karya William Shakespeare.
Masa-Masa Menyedihkan
Ketika H.C. Andersen berusia 11
tahun, ayahnya meninggal dunia. Di usia yang sangat muda itu ia sudah menjadi
anak yatim. Menyedihkan sekali, bukan? Akhirnya H.C. Andersen bekerja serabutan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia pernah bekerja di pabrik rokok dan pernah
bekerja sebagai penenun.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada
1819, ia pindah ke Kopenhagen, ibu kota Denmark. Di sana ia ingin menjadi
seorang aktor, penyanyi, atau penari. Awalnya, Andersen sempat bergabung dengan
Royal Theater, tetapi ketika suaranya berubah karena masa pubertas, ia terpaksa
meninggalkan panggung sandiwara. Kemudian ia memilih untuk menjadi seorang
penulis. Ia pernah mencoba menulis beberapa naskah sandiwara, tapi sayang,
semua karyanya ditolak di mana-mana. Tiga tahun berada di kota Kopenhagen,
kehidupan H.C. Andersen terlihat begitu menyedihkan.
Kehidupan H.C. Andersen Mulai
Membaik
Pada masa-masa menyedihkan itulah
H.C. Andersen bertemu dengan Raja Denmark, Frederik VI. Raja Frederik tertarik
dengan penampilan H.C. Andersen muda. Raja Frederik kemudian mengirimkan
Andersen untuk bersekolah. Berkat kebaikan Raja, Andersen berkesempatan
mengenyam pendidikan bahasa di Slagelse dan Elsinore hingga 1927. Sebelum
sekolah, ia sempat menerbitkan jilid pertama karyanya yang berjudul The Gost
at Palnatoke's Grave (1822).
Di bangku sekolah, Andersen termasuk
siswa tertinggal, sebab dia menjalaninya dengan setengah hati. Dia merasa
sangat tidak nyaman berada di tengah para siswa yang berusia enam tahun lebih
muda dari dirinya. Ya, di kelas itu ia adalah yang paling tua umurnya. Kepala
sekolahnya yang bernama Meilsing, yang rumahnya sempat ditempati Andersen,
menyebut karakter H.C. Andersen sangat sensitf.
Setamat dari sekolah bahasa,
Andersen melanjutkan studi ke Universitas Kopenhagen. Salah seorang direktur
Royal Theater, Jonas Collin, membiayai pendidikan H.C. Andersen sampai tamat.
Sambil kuliah, pada 1828, H.C. Andersen menulis kisah perjalanan yang berjudul Fodreise
fra Holmens Kanal Til Ostpynten af Amager (Berjalan kaki dari Kanal
Holmen ke Titik Timur Amager).
Kisah ini mendapat sambutan yang
luar biasa. H.C. Andersen menggarap ceritanya dengan meminjam gaya penulisan
E.T.A Hoffmann, seorang pengarang roman asal Jerman. Sejak itu, puisinya yang
berjudul The Dying Child diterbitkan oleh sebuah jurnal sastra di
Kopenhagen. Pada tahun 1829, Royal Theater juga mementaskan drama musik karya
H.C. Andersen.
Keliling Dunia
H.C. Andersen pergi berkelana ke
luar negeri. Hingga 1833, Raja Frederick VI bersedia membiayai seluruh
perjalanan Andersen ke Prancis, Swedia, Spanyol, Portugal, Italia, bahkan
hingga Timur Tengah.
Berbagai kunjungan itu melahirkan
setumpuk kisah perjalanan. Ketika berkunjung ke Paris, Andersen bertemu Victor
Hugo, Alexandre Dumas, Heinrich Heine, dan Balzac. Di tengah perjalanan panjang
ini pula, ia sempat menyelesaikan penulisan Agnette and the Merman.
Pada awal 1835, novel pertama
Andersen terbit dan meraih sukses besar. Sebagai novelis, ia membuat terobosan
lewat The Imrpvisator, karya yang ditulisnya pada tahun yang sama.
Cerita yang mengambil seting Italia ini mencerminkan kisah hidupnya sendiri;
melukiskan upaya seorang bocah miskin masuk ke dalam lingkungan pergaulan
masyarakat. Malah sampai akhir hayatnya, buku The Improvisator inilah
yang paling banyak dibaca orang banyak dibandingkan dengan karya-karya Andersen
yang lain. Sejak buku ini terbit, masa-masa sulit Andersen mulai berubah.
Karya-Karya H.C. Andersen
Untuk menggenapkan karyanya,
Andersen melahirkan karya-karya novel baru pada 1836 dan 1837. Disamping
puluhan cerita dongeng yang terbit dalam kurun waktu tersebut, novel kedua, O.T
dan Only A Fiddler.
Walaupun novel-novelnya mendapat
sambutan besar, nama H.C. Andersen di dunia justru menjulang sebagai penulis
dongeng anak-anak. Pada 1835, ia meluncurkan cerita anak-anak Tales for
Children dalam bentuk buku saku berharga murah. Lalu kumpulan cerita
berjudul Fairy Tales and Story ditulisnya dalam kurun 1836-1872.
Serial anak-anaknya yang kebanyakan
terbit pada hari Natal itu tidak hanya kisah-kisah yang dibuat olehnya.
Andersen juga menulis kembali dongeng anak-anak yang selalu didengarnya semasa
kecil. Sepanjang hayatnya ia menulis 156 cerita. Dari jumlah itu, 12 dongeng
ditulisnya berdasarkan cerita rakyat Denmark. Selebihnya merupakan cerita
khayali yang lahir dari buah pikirannya sendiri.
Dua dari cerita dongengnya yang amat
kesohor, The Little Mermaid (Putri Duyung) dan The Emperor's
New Clothes, diterbitkan dalam kumpulan cerita pada 1837. Tujuh dongengnya
yang lain: Little Ugly Duckling (Itik Buruk Rupa), The
Tinderbox, Little Claus and Big Claus, Princess and the Pea, The
Snow Queen (Putri Salju), The Nightingale, dan The
Steadfast Tin Soldier, juga dikenal di berbagai belahan dunia sebagai
cerita yang kerap didongengkan pada anak-anak. Ia memasukkan pesan dan nilai
moral dalam ceritanya tanpa menggurui sama sekali.
Bisa dilihat dari kisah dongeng The
Emperor's new Clothes. Pesan bahwa keserakahan itu tidak baik disampaikan
H.C. Andersen lewat parodi raja lalim yang cukup menggelikan itu. Salah satu
ciri lain yang menonjol dalam cerita dongeng H.C. Andersen adalah hadirnya kaum
miskin dan mereka yang tidak beruntung dalam hidup.
Pengaruh Karya H.C. Andersen di
Dunia Kisah Anak-Anak
Cerita-cerita dongeng H.C. Andersen
memang berisi pesan-pesan moral universal. Maka tidak mengherankan bila
karya-karyanya itu kemudian diterjemahkan ke dalam 147 bahasa di dunia. Buah
tangannya pun bukan hanya sebatas "pelajaran" untuk anak-anak,
melainkan dibaca oleh orang dewasa di seluruh dunia.
Bukan itu saja, H.C. Andersen
disebut-sebut memberikan banyak pengaruh kepada para penulis cerita lainnya di
Eropa. Sebut saja Charles Dickens, William Thackeray, Oscar Wilde, dan C.S
Lewis.
Dalam kurun 1840 hingga 1857,
Andersen kembali berkunjung ke sejumlah negara Eropa, Turki, dan Afrika dan
menuliskan kesan dalam buku-buku yang menuliskan kisah perjalanannya. Pada
tahun 1855, Andersen menulis ulang memoarnya yang berjudul The Fairy Tale of
My Life. Kisah hidup edisi ulang itulah yang hingga kini dinilai sebagai
buku standar riwayat pendongeng legendaris ini.
Akhir Hidup H.C. Andersen
Setelah berkelana lagi di Paris,
Andersen jatuh sakit pada musim semi 1872. beberapa penyakit menggerogoti
lelaki kurus ini. Selama tiga tahun terbaring tanpa daya di Rolighed dekat
Kopenhagen, pengarang legendaris ini wafat pada 4 Agustus 1875, ketika ia
berusia 70 tahun. Ia dimakamkan dipemakaman khusus Kopenhagen. Sepanjang
hayatnya, H.C Andersen tidak pernah menikah.
Sinopsis Cerita Dongeng The Little Mermaid
Al
kisah, Putri Duyung/Little Mermaid adalah anak bungsu raja laut yang merupakan
mahluk penghuni kerajaan lautan yang mempunyai dunia berbeda dengan dunia
daratan. Little mermaid adalah putri tercantik dan bersuara paling indah.
Little Mermaid
tidak punya jiwa seperti manusia, ia hidup di lautan dan mempunyai umur panjang
hingga 300 tahun, namun ia tidak dapat hidup di daratan. Berbeda dengan
manusia yang tidak bisa hidup di laut dan hanya mempunyai jiwa yang
berumur pendek. Dikisahkan juga jika manusia itu mengakhiri umurnya dengan
mati, sedangkan Little mermaid mengakhiri hidupnya dengan menghilang menjadi
buih di lautan. Para duyung yang telah berumur 15 tahun diijinkan untuk naik ke
atas permukaan laut dan melihat dunia manusia namun mereka diingatkan bahwa
mereka tidak bisa hidup di luar karena dunia mereka berbeda dan hanya bisa
sebatas mengagumi dunia luar saja. Little Mermaid banyak mendapat kisah menarik
dari kakaknya tentang dunia luar/darat dan sangat penasaran ingin melihatnya
sendiri. Akhirnya saat pun tiba di mana dia boleh pergi ke permukaan laut.
Saat
itu ia melihat sebuah kapal, diatasnya banyak sekali orang-orang yang sedang
merayakan ulang tahun sang pangeran. Dia sangat terpesona oleh ketampanan
pangeran itu, namun dia hanya bisa melihatnya dari jauh. Ketika itu secara
tiba-tiba badai besar menerjang, kapal pun terbelah, semua orang termasuk
pangeran tenggelam ke laut. Little mermaid yang sadar melihat pangeran tidak
bisa hidup di laut berusaha menyelamatkan pangeran. Dengan mengandalkan
kekuatanya sendiri yang hampir habis, namun little mermaid terus berusaha
mempertahankan dan membawa pangeran tetap dipermukaan air. Little mermaid
langsung jatuh cinta pada pangeran dan menciumnya dengan lembut saat pangeran
tak sadarkan diri. Dia lalu membawa pangeran ke daratan di mana terdapat sebuah
kuil.
Little
mermaid tidak bisa lama di darat dan dia tidak bisa memperlihatkan ekornya
sehingga ia sembunyikan di air. Saat itu ia melihat seorang gadis muncul dan
melihat kearah pangeran yang sedang terdampar, gadis itu mendekat untuk
menyelamatkannya dan akhirnya banyak orang berdatangan. Pangeran sempat melihat
ke arah little mermaid saat little mermaid akan pergi dari tempat itu namun
pangeran tidak mengenalinya.
Little
mermaid kembali ke laut, di rumahnya dia selalu murung dan tidak mau makan
karena teringat cintanya kepada pangeran, dia ingin bersama dengan pangeran,
lalu bertekad menemui penyihir yang bisa mengubah ekornya menjadi sepasang kaki
yang indah, namun penyihir itu memberikan syarat kepada little mermaid yaitu
perubahannya itu harus dibayar dengan lidah putri, sehingga akhirnya putri
tidak bisa bersuara lagi, ada lagi kondisi lainnya saat ekornya sudah berubah
menjadi kaki manusia, kaki itu akan terasa sangat sakit jika dipakai berjalan
bagaikan terhunus-hunus benda tajam. Walaupun persyaratan yang harus ia hadapi
tidak mudah, namun Little Mermaid tetap menerimanya dan memilih untuk
menyanggupinya. little mermaid bisa bertahan hidup sebagai manusia jika
pangeran mencintainya dan menikah dengannya, namun jika pangeran menikahi
wanita lain dan mencium wanita lain, little mermaid pun akan berakhir hidupnya
dan akan hilang bagai buih di lautan.
Setelah
menerima persyaratan dari penyihir itu akhirnya little mermaid bisa bertemu
pangeran dan tinggal di dekat istana pangeran, pangeran pun jatuh cinta
padanya, walau Little mermaid tidak bisa bersuara ataupun berbicara. Little
mermaid tetap mampu bertahan walaupun kakinya sering kesakitan bagai ditusuk
tusuk pisau tetapi akan snggup menghadapinya asal ia berada di dekat pangeran.
Suatu ketika pangeran terkenang akan gadis yang menurutnya telah menyelamatkan
dia, tapi pangeran tidak sadar bahwa sebenarnya little mermaid lah yang
menyelamatkan dia.
Hal
buruk terjadi, ternyata pangeran telah dijodohkan oleh raja dengan seorang
putri dari kerjaan lain. Pangeran berjanji dan berkata bahwa dia akan tetap
mencintai putri duyung dan ingin selalu bersamanya. Suatu ketika, pengeran
bertemu dengan putri yang dijodohkan padanya, alangkah terkejutnya ia karena
putri itu adalah wanita yang pertama ditemuinya di kuil saat dia terdampar yang
ia menganggap putri itu sebagai penyelamatnya. Pangeran senang padanya dan
dengan sukacita menerima perjodohan itu dan menikah dengannya.
Little
mermaid sangat sedih mengetahui hal itu, kakak-kakak little mermaid juga
mengetahui cerita sedih adiknya, merekapun ingin menyelamatkan adiknya, mereka
rela mengorbankan rambut keemasannya untuk mendapatkan pisau sihir dari sang
penyihir. Adiknya akan tetap hidup jika ia menusuk pangeran dan calon
pengantinya sebelum esok tiba. Little Mermaid mencoba menjalankan misinya, namun
dia tak tega begitu melihat sang pangeran dan ia mengurungkan niatnya dan
memilih tidak menusuk pangeran yang dicintainya itu. Dengan
perasaan sedih, little mermaid kembali ke laut dengan perasaan yang sangat
sedih. Ia pun memilih untuk menusuk dirinya sendiri dengan pisau yang
sebelumnya akan dipakai untuk membunuh pangeran dan calon istrinya. Tak lama
kemudian little mermaid pun sampai pada akhir hidupnya, dia pun mati dan
menghilang bagai buih di lautan, meninggalkan semua kenangan yang pernah
terjadi sebelumnya.
Penulis
Indonesia
Alur
Kehidupan Raditya Dika
![]() |
| Add caption |
Dika
Angkasaputra Moerwani atau yang biasa kita kenal dengan Raditya Dika adalah
seorang penulis asal Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984
dikenal sebagai seorang penulis buku, buku-buku yang ia tulis berasal dari
blognya kemudian dijadikan buku. Bisa dibilang Raditya Dika adalah seorang
penulis yang mempunyai tingkat humor tinggi, karena gaya menulisnya unik serta
pemberian judul bukunya yang sebagian besar memakai nama binatang. Raditya Dika
mengawali keinginannya untuk membukukan catatan hariannya di blog pribadinya
setelah memenangi "Indonesian Blog Award" dan ia juga pernah meraih
penghargaan dari Indosat yang bertajuk "The Online Inspiring." Dari
pengalaman itulah ia akhirnya mencoba untuk menawarkan tulisan di blognya ke
beberapa penerbit untuk di jadikan buku. Sempat di tolak namun akhirnya
tulisannya itu di terima oleh sebuah penerbit bernama Gagas media.
Berikut adalah buku-buku yang sudah ditulis oleh Raditya Dika
Berikut adalah buku-buku yang sudah ditulis oleh Raditya Dika
a.
Karya pertama yang
mengangkat namanya adalah buku berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian
Pelajar Bodoh (2005), sebuah buku yang menceritakan kehidupan sehari-hari
Raditya yang ditampilkan dalam format diary. Seluruh cerita dalam karyanya
tersebut berasal dari sebuah blog terdahulu milik Radit, kambingjantan.com yang
sekarang menjadi radityadika.com.
|
b.
Karya kedua yang berjudul
"Cinta Brontosaurus" yang diterbitkan pada tahun 2006. Buku
keduanya ini menggunakan format cerpen dan mengisahkan tentang perjalanan
cinta Radit yang selalu kurang beruntung.
|
|
c.
Buku ketiganya berjudul
"Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa" (2007). Buku ketiga ini
mengisahkan tentang pengalaman-pengalaman anehnya.Kemudian di susul dengan
buku keempatnya yang berjudul "Babi Ngesot : Datang Tak Diundang Pulang
Tak Berkutang" yang terbit pada April 2008.Karya yang selanjutnya yaitu "Marmut
Merah Jambu" terbit tahun 2010. Kali ini Dika lebih menceritakan asam
manis perjalanan cintanya.
d.
Baru pada akhir
Desember 2012, ia mengeluarkan karyanya yaitu "Manusia Setengah
Salmon". Kali ini isi novelnya bertemakan tentang perpindahan. Baik itu
pindah rumah sampai ke pindah hari. Layaknya seekor ikan salmon, manusia
harus selalu berani Pindah. Anak sulung dari 5 bersaudara itu menambahkan,
dalam buku terbarunya itu ia juga masih menceritakan soal keluarhanya yang
"ajaib".
Raditya Dika sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama. Ia
tampil dengan genre baru yang segar. Yang membuat ia berbeda dari penulus
lain adalah ide nama binatang yang selalu ia pakai. Semua judul bukunya
mengandung nama binatang. Bagi Raditya Dika, ini adalah nilai jualnya.
Sebenarnya, pada bulan-bulan pertama, buku pertamanya tidak terlalu laku.
Menurut Raditya Dika, ini adalah resiko masuk dalam genre baru. Raditya Dika
kemudian gencar berpromosi di blog yang ia kelola demi mempromosikan bukunya.
Menjadi penulis sukses bukan berarti tidak ada hambatan. Menurut Raditya
Dika, hambatan bukan hanya dari industri buku, melainkan juga dari hal-hal
yang sifatnya diagonal. Bagi Raditya dika hal ini memang sudah lazim. Yang
perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Tekanan
kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan
menggali kemampuan.
Selain menulis ia juga seorang aktor, film pertamanya adalah
"Kambing Jantan The Movie" yang ceritanya diangkat dari novel
pertamanya. Ia juga menulis skenario untuk film "Maling Kutang."
Bukan hanya itu, Raditya Dika yang gemar mencoba hal baru juga pernah memandu
sebuah program yang bernama "Tarung" di Kompas TV. Ia berkeliling
Indonesia mempelajari seni bela diri tradisional di berbagai daerah sampai
bertarung dengan jawara-jawara setempat. Raditya Dika juga sudah pernah
mempresenteri program Provocative Proactive di Metro TV.
Tak hanya itu, beberapa tahun terakhir Raditya Dika juga semakin
dikenal dalam dunia Stand Up Comedy. Saat ini, Raditya Dika adalah nama
dengan pengaruh besar dalam Stand Up Comedy di Indonesia. Raditya Dika dengan
cepat menyebarkan stand up comedy. Untuk saat ini, Raditya Dika adalah orang
yang pernah benar-benar belajar tentang Stand Up Comedy. Saat kuliah di
Australia, dia pernah short course tentang Stand Up Comedy. Bahan tersebut
membuat dia jadi sumber ilmu yang tepat untuk siapapun yang ingin belajar.
Tahun 2012, Raditya Dika juga merilis sebuah serial komedi yang
berjudul "Malam Minggu Miko." Serial tersebut sudah ditonton lebih
dari 20 juta kali penonton di Youtube dan sempat ditayangkan setiap senin dan
sabtu malam di Kompas TV. Serial tersebut tamat setelah tayang dalam 26
episode. Selain sebagai pemain, Raditya Dika juga bertugas sebagai penulis
cerita dan sutradara dalam serial komedi tersebut. Kini "Malam Minggu
Miko" sudah memasuki season 2 dan masih ditayangkan setiap senin dan
sabtu malam di Kompas TV, bagi yang tidak sempat mengikuti "Malam Minggu
Miko 2" Raditya Dika berbaik hati dan rajin mengupload "Malam
Minggu Miko 2" ke Youtube.
Sepertinya 2013 menjadi tahun film-film Raditya Dika, karena 3 film
rilis dalam 1 tahun. "Cinta Brontosaurus" rilis tangga 08 Mei 2013
menjadi trending topic di twitter dan telah ditonton lebih dari 800 ribu
penonton. Selanjutnya adalah "Cinta Dalam Kardus" film ini rilis
tanggal 13 Juni 2013. Dan film selanjutnya adalah "Manusia Setengah
Salmon" yang telah diputar pada tanggal 10 Oktober 2013.
Baru di tahun 2014 Raditya Dika mengumumkan beberapa project yang
sedang di garapnya, yaitu Film Marmut Merah Jambu yang di angkat dari hasil
karya favoritnya. Dalam film ini Dika menceritakan kisah cinta pertamanya
ketika dia SMA, yaitu dengan seorang perempuan bernama Ina Mangunkusumo.
Seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia bertanya : "Benarkah
cinta pertama enggak kemana-mana?". Nah film ini rencananya akan tayang
di bioskop pada tanggal 08 Mei 2014. Selama kurang lebih 3 tahun lamanya
tidak mengeluarkan buku, 2014 ini buku berjudul "Koala Kumal" tema
dalam kali ini adalah "pulang". Berisi cerita-cerita yang ada
hubungannya dengan "kepulangan", dari mulai mencoba pulang dari
jurit malam yang kacau ketika SMP, sampai ke cerita tentang pulang ke hati
yang lama. Seperti buku-buku sebelumnya, sebagian besar isinya adalah
pengalaman nyata. Direncanakan buku ini akan terbit akhir tahun 2014. Project
yang tidak kalah dinantikan oleh para penggila Raditya Dika adalah Malam
Minggu Miko Movie (MMMM).
Film layar lebar dari serial Malam Minggu Miko yang sempat tayang 2
season ini akan menghiasi bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada akhir
tahun 2014. Dalam film ini mengisahkan tentang Miko yang harus mencari tahu
kenapa setiap malam minggu dia selalu gagal mendapatkan cinta, kalau tidak cewek
yang sangat dia sayangi akan jatuh ke pelukan cowok lain. Film ini juga
menceritakan soal Anca dan Doni mereka berdua akan mempunyai cerita
masing-masing di dalam film. Beberapa karakter lama yang jadi favorit seperti
Rian, D-Wow direncanakan untuk ikut dalam film ini.
Pria yang memiliki 6 juta followers di twitter ini meski sukses di
karir, namun sayangnya ia tak begitu sukses di dunia percintaannya. Ia selalu
gagal, termasuk dengan Sherina dan Kenya Nindia Else. Sampai sekarang, ia
belum ada rencana untuk menikah. Pria ini memang tak mau buru-buru soal jodoh
karena takut salah memilih pasangan. Namun di sisi lain, lantaran dirinya
merupakan anak sulung dari 5 bersaudara, orang tuanya pun kerap menyuruhnya
untuk segera mengakhiri masa lajang. Menepis rasa galaunya soal pasangan,
kini Raditya Dika sudah memiliki tambatan hati yang tidak lain adalah seorang
wanita yang berperan sebagai Marini dalam serial komedinya Malam Minggu Miko
2 yaitu Anissa Aziza. Dan kini penulis yang telah menyelesaikan program
ekstensi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia ini
sekarang sedang sibuk menggarap serial komedianya dan Raditya Dika telah
menjadi direktur dan pemimpin redaksi di penerbit buku Bukune.
|
|
|
Sinopsis Kambing
Jantan
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang mempunyai nama panggilan
Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil
gelar finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah
perjalanan hidup Dika mencari jati diri.
Ketika dia menjalani kuliah di
Australia, problema timbul dengan Kebo, pacarnya, karena harus menjalani Long
Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar,
komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat
mereka menjadi berbeda.
Problem lainnya seperti bagaimana
Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen
bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam
menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti
sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).
Pertemuannya dengan seorang teman
SD, Ine (Sarah Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul
“Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi.
Kisah kehidupan sehari harinya yang
teramat bodoh dan konyol itu membuat pengalaman tersendiri baginya yang sangat
tak terlupakan. Radit termasuk orang yang suka mencoba berbagai macam hal,
seperti magang di metro tv, siaran di heartbeatstation, ngajar bahasa inggris
di bimmbingan belajar teknos, dan pacaran sama kuda lumping
Akhirnya dia curhat di blognya lalu dia berpikir siapa tahu dari curhatannya
dia bisa jadikan ke sebuah buku. Tetapi kata suaminya tidak mungkin banget
karena curhatannya itu sangat konyol sekali untuk di jadikan sebuah buku,
tetapi si dika terus berjuang dan mencoba dan pada akhirnya buku tersebut dapat
diterima di masyarakat.









0 komentar:
Posting Komentar