Senin, 16 Mei 2016

SASTRAWAN DUNIA DAN SASTRAWAN NASIONAL


Add caption
     Pengarang Luar
Masa Kecil H.C. Andersen

Hans Christian Andersen atau lebih dikenal sebagai H.C. Andersen adalah seorang pendongeng ulung. Ia lahir di Odense, Denmark bagian selatan, pada 2 April 1805, tepatnya di kawasan kumuh kota Odense. Ayahnya bernama Hans Andersen, seorang pembuat sepatu yang miskin, buta huruf, tapi selalu merasa dirinya masih keturunan bangsawan. Ibunya bernama Anne Marie Andersdatter, bekerja sebagai buruh cuci.
Walau besar dalam keluarga miskin dan tidak pernah sekolah, sejak kecil H.C. Andersen sudah mengenal berbagai cerita dongeng dan cerita rakyat dari ibunya. Ia juga sering diajak menonton pertunjukan sandiwara oleh ayahnya yang seorang pencinta sastra. Pengalaman dari orangtua itulah yang membuat H.C. Andersen tertarik dengan cerita dan sandiwara, termasuk karya William Shakespeare.

Masa-Masa Menyedihkan

Ketika H.C. Andersen berusia 11 tahun, ayahnya meninggal dunia. Di usia yang sangat muda itu ia sudah menjadi anak yatim. Menyedihkan sekali, bukan? Akhirnya H.C. Andersen bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia pernah bekerja di pabrik rokok dan pernah bekerja sebagai penenun.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1819, ia pindah ke Kopenhagen, ibu kota Denmark. Di sana ia ingin menjadi seorang aktor, penyanyi, atau penari. Awalnya, Andersen sempat bergabung dengan Royal Theater, tetapi ketika suaranya berubah karena masa pubertas, ia terpaksa meninggalkan panggung sandiwara. Kemudian ia memilih untuk menjadi seorang penulis. Ia pernah mencoba menulis beberapa naskah sandiwara, tapi sayang, semua karyanya ditolak di mana-mana. Tiga tahun berada di kota Kopenhagen, kehidupan H.C. Andersen terlihat begitu menyedihkan.


Kehidupan H.C. Andersen Mulai Membaik

Pada masa-masa menyedihkan itulah H.C. Andersen bertemu dengan Raja Denmark, Frederik VI. Raja Frederik tertarik dengan penampilan H.C. Andersen muda. Raja Frederik kemudian mengirimkan Andersen untuk bersekolah. Berkat kebaikan Raja, Andersen berkesempatan mengenyam pendidikan bahasa di Slagelse dan Elsinore hingga 1927. Sebelum sekolah, ia sempat menerbitkan jilid pertama karyanya yang berjudul The Gost at Palnatoke's Grave (1822).
Di bangku sekolah, Andersen termasuk siswa tertinggal, sebab dia menjalaninya dengan setengah hati. Dia merasa sangat tidak nyaman berada di tengah para siswa yang berusia enam tahun lebih muda dari dirinya. Ya, di kelas itu ia adalah yang paling tua umurnya. Kepala sekolahnya yang bernama Meilsing, yang rumahnya sempat ditempati Andersen, menyebut karakter H.C. Andersen sangat sensitf.
Setamat dari sekolah bahasa, Andersen melanjutkan studi ke Universitas Kopenhagen. Salah seorang direktur Royal Theater, Jonas Collin, membiayai pendidikan H.C. Andersen sampai tamat. Sambil kuliah, pada 1828, H.C. Andersen menulis kisah perjalanan yang berjudul Fodreise fra Holmens Kanal Til Ostpynten af Amager (Berjalan kaki dari Kanal Holmen ke Titik Timur Amager).
Kisah ini mendapat sambutan yang luar biasa. H.C. Andersen menggarap ceritanya dengan meminjam gaya penulisan E.T.A Hoffmann, seorang pengarang roman asal Jerman. Sejak itu, puisinya yang berjudul The Dying Child diterbitkan oleh sebuah jurnal sastra di Kopenhagen. Pada tahun 1829, Royal Theater juga mementaskan drama musik karya H.C. Andersen.

Keliling Dunia

H.C. Andersen pergi berkelana ke luar negeri. Hingga 1833, Raja Frederick VI bersedia membiayai seluruh perjalanan Andersen ke Prancis, Swedia, Spanyol, Portugal, Italia, bahkan hingga Timur Tengah.
Berbagai kunjungan itu melahirkan setumpuk kisah perjalanan. Ketika berkunjung ke Paris, Andersen bertemu Victor Hugo, Alexandre Dumas, Heinrich Heine, dan Balzac. Di tengah perjalanan panjang ini pula, ia sempat menyelesaikan penulisan Agnette and the Merman.
Pada awal 1835, novel pertama Andersen terbit dan meraih sukses besar. Sebagai novelis, ia membuat terobosan lewat The Imrpvisator, karya yang ditulisnya pada tahun yang sama. Cerita yang mengambil seting Italia ini mencerminkan kisah hidupnya sendiri; melukiskan upaya seorang bocah miskin masuk ke dalam lingkungan pergaulan masyarakat. Malah sampai akhir hayatnya, buku The Improvisator inilah yang paling banyak dibaca orang banyak dibandingkan dengan karya-karya Andersen yang lain. Sejak buku ini terbit, masa-masa sulit Andersen mulai berubah.

Karya-Karya H.C. Andersen

Untuk menggenapkan karyanya, Andersen melahirkan karya-karya novel baru pada 1836 dan 1837. Disamping puluhan cerita dongeng yang terbit dalam kurun waktu tersebut, novel kedua, O.T dan Only A Fiddler.
Walaupun novel-novelnya mendapat sambutan besar, nama H.C. Andersen di dunia justru menjulang sebagai penulis dongeng anak-anak. Pada 1835, ia meluncurkan cerita anak-anak Tales for Children dalam bentuk buku saku berharga murah. Lalu kumpulan cerita berjudul Fairy Tales and Story ditulisnya dalam kurun 1836-1872.
Serial anak-anaknya yang kebanyakan terbit pada hari Natal itu tidak hanya kisah-kisah yang dibuat olehnya. Andersen juga menulis kembali dongeng anak-anak yang selalu didengarnya semasa kecil. Sepanjang hayatnya ia menulis 156 cerita. Dari jumlah itu, 12 dongeng ditulisnya berdasarkan cerita rakyat Denmark. Selebihnya merupakan cerita khayali yang lahir dari buah pikirannya sendiri.
Dua dari cerita dongengnya yang amat kesohor, The Little Mermaid (Putri Duyung) dan The Emperor's New Clothes, diterbitkan dalam kumpulan cerita pada 1837. Tujuh dongengnya yang lain: Little Ugly Duckling (Itik Buruk Rupa), The Tinderbox, Little Claus and Big Claus, Princess and the Pea, The Snow Queen (Putri Salju), The Nightingale, dan The Steadfast Tin Soldier, juga dikenal di berbagai belahan dunia sebagai cerita yang kerap didongengkan pada anak-anak. Ia memasukkan pesan dan nilai moral dalam ceritanya tanpa menggurui sama sekali.
Bisa dilihat dari kisah dongeng The Emperor's new Clothes. Pesan bahwa keserakahan itu tidak baik disampaikan H.C. Andersen lewat parodi raja lalim yang cukup menggelikan itu. Salah satu ciri lain yang menonjol dalam cerita dongeng H.C. Andersen adalah hadirnya kaum miskin dan mereka yang tidak beruntung dalam hidup.

Pengaruh Karya H.C. Andersen di Dunia Kisah Anak-Anak

Cerita-cerita dongeng H.C. Andersen memang berisi pesan-pesan moral universal. Maka tidak mengherankan bila karya-karyanya itu kemudian diterjemahkan ke dalam 147 bahasa di dunia. Buah tangannya pun bukan hanya sebatas "pelajaran" untuk anak-anak, melainkan dibaca oleh orang dewasa di seluruh dunia.
Bukan itu saja, H.C. Andersen disebut-sebut memberikan banyak pengaruh kepada para penulis cerita lainnya di Eropa. Sebut saja Charles Dickens, William Thackeray, Oscar Wilde, dan C.S Lewis.
Dalam kurun 1840 hingga 1857, Andersen kembali berkunjung ke sejumlah negara Eropa, Turki, dan Afrika dan menuliskan kesan dalam buku-buku yang menuliskan kisah perjalanannya. Pada tahun 1855, Andersen menulis ulang memoarnya yang berjudul The Fairy Tale of My Life. Kisah hidup edisi ulang itulah yang hingga kini dinilai sebagai buku standar riwayat pendongeng legendaris ini.

Akhir Hidup H.C. Andersen

Setelah berkelana lagi di Paris, Andersen jatuh sakit pada musim semi 1872. beberapa penyakit menggerogoti lelaki kurus ini. Selama tiga tahun terbaring tanpa daya di Rolighed dekat Kopenhagen, pengarang legendaris ini wafat pada 4 Agustus 1875, ketika ia berusia 70 tahun. Ia dimakamkan dipemakaman khusus Kopenhagen. Sepanjang hayatnya, H.C Andersen tidak pernah menikah.




Sinopsis Cerita Dongeng The Little Mermaid
Al kisah, Putri Duyung/Little Mermaid adalah anak bungsu raja laut yang merupakan mahluk penghuni kerajaan lautan yang mempunyai dunia berbeda dengan dunia daratan. Little mermaid adalah putri tercantik dan bersuara paling indah.
Little Mermaid tidak punya jiwa seperti manusia, ia hidup di lautan dan mempunyai umur panjang hingga 300 tahun, namun ia tidak dapat hidup di daratan. Berbeda dengan manusia  yang tidak bisa hidup di laut dan hanya  mempunyai jiwa yang berumur pendek. Dikisahkan juga jika manusia itu mengakhiri umurnya dengan mati, sedangkan Little mermaid mengakhiri hidupnya dengan menghilang menjadi buih di lautan. Para duyung yang telah berumur 15 tahun diijinkan untuk naik ke atas permukaan laut dan melihat dunia manusia namun mereka diingatkan bahwa mereka tidak bisa hidup di luar karena dunia mereka berbeda dan hanya bisa sebatas mengagumi dunia luar saja. Little Mermaid banyak mendapat kisah menarik dari kakaknya tentang dunia luar/darat dan sangat penasaran ingin melihatnya sendiri. Akhirnya saat pun tiba di mana dia boleh pergi ke permukaan laut.
Saat itu ia melihat sebuah kapal, diatasnya banyak sekali orang-orang yang sedang merayakan ulang tahun sang pangeran. Dia sangat terpesona oleh ketampanan pangeran itu, namun dia hanya bisa melihatnya dari jauh. Ketika itu secara tiba-tiba badai besar menerjang, kapal pun terbelah, semua orang termasuk pangeran tenggelam ke laut. Little mermaid yang sadar melihat pangeran tidak bisa hidup di laut berusaha menyelamatkan pangeran. Dengan mengandalkan kekuatanya sendiri yang hampir habis, namun little mermaid terus berusaha mempertahankan dan membawa pangeran tetap dipermukaan air. Little mermaid langsung jatuh cinta pada pangeran dan menciumnya dengan lembut saat pangeran tak sadarkan diri. Dia lalu membawa pangeran ke daratan di mana terdapat sebuah kuil.
Little mermaid tidak bisa lama di darat dan dia tidak bisa memperlihatkan ekornya sehingga ia sembunyikan di air. Saat itu ia melihat seorang gadis muncul dan melihat kearah pangeran yang sedang terdampar, gadis itu mendekat untuk menyelamatkannya dan akhirnya banyak orang berdatangan. Pangeran sempat melihat ke arah little mermaid saat little mermaid akan pergi dari tempat itu namun pangeran tidak mengenalinya.
Little mermaid kembali ke laut, di rumahnya dia selalu murung dan tidak mau makan karena teringat cintanya kepada pangeran, dia ingin bersama dengan pangeran, lalu bertekad menemui penyihir yang bisa mengubah ekornya menjadi sepasang kaki yang indah, namun penyihir itu memberikan syarat kepada little mermaid yaitu perubahannya itu harus dibayar dengan lidah putri, sehingga akhirnya putri tidak bisa bersuara lagi, ada lagi kondisi lainnya saat ekornya sudah berubah menjadi kaki manusia, kaki itu akan terasa sangat sakit jika dipakai berjalan bagaikan terhunus-hunus benda tajam. Walaupun persyaratan yang harus ia hadapi tidak mudah, namun Little Mermaid tetap menerimanya dan memilih untuk menyanggupinya.  little mermaid bisa bertahan hidup sebagai manusia jika pangeran mencintainya dan menikah dengannya, namun jika pangeran menikahi wanita lain dan mencium wanita lain, little mermaid pun akan berakhir hidupnya dan akan hilang bagai buih di lautan.
Setelah menerima persyaratan dari penyihir itu akhirnya little mermaid bisa bertemu pangeran dan tinggal di dekat istana pangeran, pangeran pun jatuh cinta padanya, walau Little mermaid tidak bisa bersuara ataupun berbicara. Little mermaid tetap mampu bertahan walaupun kakinya sering kesakitan bagai ditusuk tusuk pisau tetapi akan snggup menghadapinya asal ia berada di dekat pangeran. Suatu ketika pangeran terkenang akan gadis yang menurutnya telah menyelamatkan dia, tapi pangeran tidak sadar bahwa sebenarnya little mermaid lah yang menyelamatkan dia.
Hal buruk terjadi, ternyata pangeran telah dijodohkan oleh raja dengan seorang putri dari kerjaan lain. Pangeran berjanji dan berkata bahwa dia akan tetap mencintai putri duyung dan ingin selalu bersamanya. Suatu ketika, pengeran bertemu dengan putri yang dijodohkan padanya, alangkah terkejutnya ia karena putri itu adalah wanita yang pertama ditemuinya di kuil saat dia terdampar yang ia menganggap putri itu sebagai penyelamatnya. Pangeran senang padanya dan dengan sukacita menerima perjodohan itu dan menikah dengannya.
Little mermaid sangat sedih mengetahui hal itu, kakak-kakak little mermaid juga mengetahui cerita sedih adiknya, merekapun ingin menyelamatkan adiknya, mereka rela mengorbankan rambut keemasannya untuk mendapatkan pisau sihir dari sang penyihir. Adiknya akan tetap hidup jika ia menusuk pangeran dan calon pengantinya sebelum esok tiba. Little Mermaid mencoba menjalankan misinya, namun dia tak tega begitu melihat sang pangeran dan ia mengurungkan niatnya dan memilih tidak menusuk pangeran yang dicintainya itu. Dengan perasaan sedih, little mermaid kembali ke laut dengan perasaan yang sangat sedih. Ia pun memilih untuk menusuk dirinya sendiri dengan pisau yang sebelumnya akan dipakai untuk membunuh pangeran dan calon istrinya. Tak lama kemudian little mermaid pun sampai pada akhir hidupnya, dia pun mati dan menghilang bagai buih di lautan, meninggalkan semua kenangan yang pernah terjadi sebelumnya.

Penulis Indonesia

Alur Kehidupan Raditya Dika
Add caption
Dika Angkasaputra Moerwani atau yang biasa kita kenal dengan Raditya Dika adalah seorang penulis asal Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 dikenal sebagai seorang penulis buku, buku-buku yang ia tulis berasal dari blognya kemudian dijadikan buku. Bisa dibilang Raditya Dika adalah seorang penulis yang mempunyai tingkat humor tinggi, karena gaya menulisnya unik serta pemberian judul bukunya yang sebagian besar memakai nama binatang. Raditya Dika mengawali keinginannya untuk membukukan catatan hariannya di blog pribadinya setelah memenangi "Indonesian Blog Award" dan ia juga pernah meraih penghargaan dari Indosat yang bertajuk "The Online Inspiring." Dari pengalaman itulah ia akhirnya mencoba untuk menawarkan tulisan di blognya ke beberapa penerbit untuk di jadikan buku. Sempat di tolak namun akhirnya tulisannya itu di terima oleh sebuah penerbit bernama Gagas media.
Berikut adalah buku-buku yang sudah ditulis oleh Raditya Dika
a.      Karya pertama yang mengangkat namanya adalah buku berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005), sebuah buku yang menceritakan kehidupan sehari-hari Raditya yang ditampilkan dalam format diary. Seluruh cerita dalam karyanya tersebut berasal dari sebuah blog terdahulu milik Radit, kambingjantan.com yang sekarang menjadi radityadika.com. 
b.      Karya kedua yang berjudul "Cinta Brontosaurus" yang diterbitkan pada tahun 2006. Buku keduanya ini menggunakan format cerpen dan mengisahkan tentang perjalanan cinta Radit yang selalu kurang beruntung.
c.      Buku ketiganya berjudul "Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa" (2007). Buku ketiga ini mengisahkan tentang pengalaman-pengalaman anehnya.Kemudian di susul dengan buku keempatnya yang berjudul "Babi Ngesot : Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang" yang terbit pada April 2008.Karya yang selanjutnya yaitu "Marmut Merah Jambu" terbit tahun 2010. Kali ini Dika lebih menceritakan asam manis perjalanan cintanya.
d.     Baru pada akhir Desember 2012, ia mengeluarkan karyanya yaitu "Manusia Setengah Salmon". Kali ini isi novelnya bertemakan tentang perpindahan. Baik itu pindah rumah sampai ke pindah hari. Layaknya seekor ikan salmon, manusia harus selalu berani Pindah. Anak sulung dari 5 bersaudara itu menambahkan, dalam buku terbarunya itu ia juga masih menceritakan soal keluarhanya yang "ajaib".
         Raditya Dika sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama. Ia tampil dengan genre baru yang segar. Yang membuat ia berbeda dari penulus lain adalah ide nama binatang yang selalu ia pakai. Semua judul bukunya mengandung nama binatang. Bagi Raditya Dika, ini adalah nilai jualnya. Sebenarnya, pada bulan-bulan pertama, buku pertamanya tidak terlalu laku. Menurut Raditya Dika, ini adalah resiko masuk dalam genre baru. Raditya Dika kemudian gencar berpromosi di blog yang ia kelola demi mempromosikan bukunya. Menjadi penulis sukses bukan berarti tidak ada hambatan. Menurut Raditya Dika, hambatan bukan hanya dari industri buku, melainkan juga dari hal-hal yang sifatnya diagonal. Bagi Raditya dika hal ini memang sudah lazim. Yang perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan. 
         Selain menulis ia juga seorang aktor, film pertamanya adalah "Kambing Jantan The Movie" yang ceritanya diangkat dari novel pertamanya. Ia juga menulis skenario untuk film "Maling Kutang." Bukan hanya itu, Raditya Dika yang gemar mencoba hal baru juga pernah memandu sebuah program yang bernama "Tarung" di Kompas TV. Ia berkeliling Indonesia mempelajari seni bela diri tradisional di berbagai daerah sampai bertarung dengan jawara-jawara setempat. Raditya Dika juga sudah pernah mempresenteri program Provocative Proactive di Metro TV.
        Tak hanya itu, beberapa tahun terakhir Raditya Dika juga semakin dikenal dalam dunia Stand Up Comedy. Saat ini, Raditya Dika adalah nama dengan pengaruh besar dalam Stand Up Comedy di Indonesia. Raditya Dika dengan cepat menyebarkan stand up comedy. Untuk saat ini, Raditya Dika adalah orang yang pernah benar-benar belajar tentang Stand Up Comedy. Saat kuliah di Australia, dia pernah short course tentang Stand Up Comedy. Bahan tersebut membuat dia jadi sumber ilmu yang tepat untuk siapapun yang ingin belajar.
        Tahun 2012, Raditya Dika juga merilis sebuah serial komedi yang berjudul "Malam Minggu Miko." Serial tersebut sudah ditonton lebih dari 20 juta kali penonton di Youtube dan sempat ditayangkan setiap senin dan sabtu malam di Kompas TV. Serial tersebut tamat setelah tayang dalam 26 episode. Selain sebagai pemain, Raditya Dika juga bertugas sebagai penulis cerita dan sutradara dalam serial komedi tersebut. Kini "Malam Minggu Miko" sudah memasuki season 2 dan masih ditayangkan setiap senin dan sabtu malam di Kompas TV, bagi yang tidak sempat mengikuti "Malam Minggu Miko 2" Raditya Dika berbaik hati dan rajin mengupload "Malam Minggu Miko 2" ke Youtube.
        Sepertinya 2013 menjadi tahun film-film Raditya Dika, karena 3 film rilis dalam 1 tahun. "Cinta Brontosaurus" rilis tangga 08 Mei 2013 menjadi trending topic di twitter dan telah ditonton lebih dari 800 ribu penonton. Selanjutnya adalah "Cinta Dalam Kardus" film ini rilis tanggal 13 Juni 2013. Dan film selanjutnya adalah "Manusia Setengah Salmon" yang telah diputar pada tanggal 10 Oktober 2013.
        Baru di tahun 2014 Raditya Dika mengumumkan beberapa project yang sedang di garapnya, yaitu Film Marmut Merah Jambu yang di angkat dari hasil karya favoritnya. Dalam film ini Dika menceritakan kisah cinta pertamanya ketika dia SMA, yaitu dengan seorang perempuan bernama Ina Mangunkusumo. Seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia bertanya : "Benarkah cinta pertama enggak kemana-mana?". Nah film ini rencananya akan tayang di bioskop pada tanggal 08 Mei 2014. Selama kurang lebih 3 tahun lamanya tidak mengeluarkan buku, 2014 ini buku berjudul "Koala Kumal" tema dalam kali ini adalah "pulang". Berisi cerita-cerita yang ada hubungannya dengan "kepulangan", dari mulai mencoba pulang dari jurit malam yang kacau ketika SMP, sampai ke cerita tentang pulang ke hati yang lama. Seperti buku-buku sebelumnya, sebagian besar isinya adalah pengalaman nyata. Direncanakan buku ini akan terbit akhir tahun 2014. Project yang tidak kalah dinantikan oleh para penggila Raditya Dika adalah Malam Minggu Miko Movie (MMMM).   
        Film layar lebar dari serial Malam Minggu Miko yang sempat tayang 2 season ini akan menghiasi bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2014. Dalam film ini mengisahkan tentang Miko yang harus mencari tahu kenapa setiap malam minggu dia selalu gagal mendapatkan cinta, kalau tidak cewek yang sangat dia sayangi akan jatuh ke pelukan cowok lain. Film ini juga menceritakan soal Anca dan Doni mereka berdua akan mempunyai cerita masing-masing di dalam film. Beberapa karakter lama yang jadi favorit seperti Rian, D-Wow direncanakan untuk ikut dalam film ini.
        Pria yang memiliki 6 juta followers di twitter ini meski sukses di karir, namun sayangnya ia tak begitu sukses di dunia percintaannya. Ia selalu gagal, termasuk dengan Sherina dan Kenya Nindia Else. Sampai sekarang, ia belum ada rencana untuk menikah. Pria ini memang tak mau buru-buru soal jodoh karena takut salah memilih pasangan. Namun di sisi lain, lantaran dirinya merupakan anak sulung dari 5 bersaudara, orang tuanya pun kerap menyuruhnya untuk segera mengakhiri masa lajang. Menepis rasa galaunya soal pasangan, kini Raditya Dika sudah memiliki tambatan hati yang tidak lain adalah seorang wanita yang berperan sebagai Marini dalam serial komedinya Malam Minggu Miko 2 yaitu Anissa Aziza. Dan kini penulis yang telah menyelesaikan program ekstensi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia ini sekarang sedang sibuk menggarap serial komedianya dan Raditya Dika telah menjadi direktur dan pemimpin redaksi di penerbit buku Bukune.
 
Sinopsis Kambing Jantan
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang mempunyai nama panggilan Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil gelar finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan hidup Dika mencari jati diri.
Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problema timbul dengan Kebo, pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka menjadi berbeda.
Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).
Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul “Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi.
Kisah kehidupan sehari harinya yang teramat bodoh dan konyol itu membuat pengalaman tersendiri baginya yang sangat tak terlupakan. Radit termasuk orang yang suka mencoba berbagai macam hal, seperti magang di metro tv, siaran di heartbeatstation, ngajar bahasa inggris di bimmbingan belajar teknos, dan pacaran sama kuda lumping

          Akhirnya dia curhat di blognya lalu dia berpikir siapa tahu dari curhatannya dia bisa jadikan ke sebuah buku. Tetapi kata suaminya tidak mungkin banget karena curhatannya itu sangat konyol sekali untuk di jadikan sebuah buku, tetapi si dika terus berjuang dan mencoba dan pada akhirnya buku tersebut dapat diterima di masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar